Singkatnya Sebuah Temu



Sewarsa lalu, kisahku dan Tuan terukir tanpa ragu

Tuan hadir bersama kehangatan jua kesejukan dari senyuman Tuan nan merekah tampan

Kita bersama menapaki jalan sembari tertawa lepas

Sebab lelucuan Tuan yang menggelitik relung hati

Dikarenakan imaji Tuan yang menggelitik relung hati

 

Tuan sejak kala itu,

Hatiku nan hampa tersiram benih takjub

Mengembangkan bunga cinta dalam setiap pertemuan kita

Kau menjadikan Puan sepertiku ini bak ratu

Duduk bersamamu menceritakan segala alkisah hingga penghujung malam

Rasa cemas, gundah guln terang diraut wajahmu

Hadir bersama kepergianku, barang sejenak saja

 

Namun...

Rasa yang selalu terurai indah di wajahmu kini kelabu

Hilang bersama masa yang tak berpihak pada temu kita

Sesingkat itu Tuan

Kini puanmu ini bertanya-tanya

“Tak terlintaskah dibenakmu tuk habiskan masa depan bersamaku?

Tidak tersisakah kenang di antara kita

Hingga tak adalagi kata kita dalam kalimat nan kuucapkan ini?”

 

Tuan..

Ucapkan padaku,” aku tak pernah mencintaimu!”

Sebagai bukti agar aku bisa berhenti

Dan lupa akan segala nan terjadi di antara aku dan kau, Tuan

Tak banyak pintaku atas singkatnya sebuah temu ini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menambah Luka Lebih Dalam

Aku Tidak Apa-Apa