Postingan

Sastra

Menambah Luka Lebih Dalam

Gambar
Oleh: Windi Sadira S emua kisah lalu kulimpahkan pada temu Kau bersimpuh berjanji tak menyakiti Indahnya angan kau tawarkan padaku Berharap semua itu kan terjadi tanpa ragu Tapi nyatanya nihil... Kau justru menambah luka lebih dalam dari yang dulu Sia-sia rasaku Hingga... Tiada lagi percaya siapa pun setelahmu Yogyakarta, 24/3/2022  

Aku Tidak Apa-Apa

Gambar
Jika kau hendak pergi Pergi saja dan tak perlu kau menoleh lagi Jika kau ingin hilang Tak usah bilang dan jangan kau pulang   Aku tak perlu kehilangan Atas siapa yang menganggap kisah ini permainan Aku takkan menderita Sebab kau yang sia-sia   Patah tumbuh hilang berganti Aku tak risau bila kau tak kembali Bukan aku yang memilih berhenti Tapi kau yang menyudahi   Tak perlu kutangisi Sebab suatu hari kan kutemui Sebuah bahagia dari sosok yang berhati

Tetap ada atau pergi?

  Kau tahu... Suatu hari di ujung kesepianku Aku beranikan diri untuk sekadar mengiyakan ucapanmu Hingga aku terlanjur mencintaimu setulus hati Meski kutahu kita berbeda  Aku tak pernah berhenti untuk mencinta   Hingga suatu kali.. Kau memilih berhenti tuk bersama Aku tak tau apa alasan pastimu untuk berkata demikian Apa aku salah mencintaimu setulus hati? Bahkan bila kutahu segala catatmu.. Mampumu, ragumu...   Kau tahu... Kini aku bingung tuk tetap ada di sini Atau harus pergi Bukan perkara mudah bagiku melupakan segala kenang Meyakinkan diri sebelum hilang   Lukaku belum sembuh Lagi-lagi aku harus berbohong pada dunia Lisanku berkata "Iya, aku bahagia" Nyatanya itu hanya kebohongan belaka Aku hancur... Aku patah... Aku tak mampu melewati halang rintang ini Entah benar alasanmu pergi..   Jika memang iya, biarkan aku berdoa dengan cantumkan namamu Agar kelak kau datang dengan versi terbaik dari diri Bila tidak, maka biarkan aku pergi dan menghapus segala i...

Singkatnya Sebuah Temu

Gambar
Sewarsa lalu, kisahku dan Tuan terukir tanpa ragu Tuan hadir bersama kehangatan jua kesejukan dari senyuman Tuan nan merekah tampan Kita bersama menapaki jalan sembari tertawa lepas Sebab lelucuan Tuan yang menggelitik relung hati Dikarenakan imaji Tuan yang menggelitik relung hati   Tuan sejak kala itu, Hatiku nan hampa tersiram benih takjub Mengembangkan bunga cinta dalam setiap pertemuan kita Kau menjadikan Puan sepertiku ini bak ratu Duduk bersamamu menceritakan segala alkisah hingga penghujung malam Rasa cemas, gundah guln terang diraut wajahmu Hadir bersama kepergianku, barang sejenak saja   Namun... Rasa yang selalu terurai indah di wajahmu kini kelabu Hilang bersama masa yang tak berpihak pada temu kita Sesingkat itu Tuan Kini puanmu ini bertanya-tanya “Tak terlintaskah dibenakmu tuk habiskan masa depan bersamaku? Tidak tersisakah kenang di antara kita Hingga tak adalagi kata kita dalam kalimat nan kuucapkan ini?”   Tu...

Kemana harus pergi

Bukan perkara mudah untuk teguh dalam kenestapaan ini Bila awan izinkan aku berteduh di bawahnya Maka biarkan aku menitip segala gelisah yg ada dalam jiwa Menanti hujan turun tuk mengalirkan air mataku bersama rintik sendu Menyanyikan kegelisahan yang tak kutemukan nada pelipur candu Sejatinya rindu tak pernah kuingkari Hanya saja kini, cinta tak bisa kuyakini Apa salah daku meragukan kecurangan yg menimpaku? Nyatanya kebahagiaan tak selamanya berpihak pada keceriaan Bullsith!!! bila bayang akan terus ada Ia kan hilang seiring petang nan tak pernah kumau Ntah apa nan ada dipikirku kini Hanya ilalang nan berdansa dalam kesunyian Hilang dan lenyap dlm ingatan

Bukan anak kecil

Selaksa pahitnya kopi tanpa gula Lebih pahit hidup tanpa arah Bila ada pun arah,  Terlampau banyak jalan buntu terpatah Menjadi dewasa bukan inginku Bertubuh besar bukan hendakku  aku pun butuh tempat tuh berteduh Tapi dunia selalu acuh AH... dunia tak adil kawan sepi, berat yang kupikul, rusak pikir yang kutekun kenapa selalu menghantui dlm langkah Bahkan udara segar pun terhenti oleh sempat. AH.. aku tau aku bukan anak kecil lagi Tapi masa itu tak pernah lepas dalam kenang Terlampau indah dalam ingatan. Kini aku hanya bisa menahan segala perih ini Mencoba tersenyum pengobat hati Dan slalu kuingat AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI. Yogyakarta, 19-06-2021

INILAH AKU

  Inilah aku Sayup gemuruh bertatap riang Menghiasasi secercah dentingan hujan Mengguncang diri tersedu-sedu Meraba mundur waktu dulu Teringat daku... Rona senyum hiasi bibir kecilku Pagar putih tampil setiap candaku Tp diriku beda dengan tawaku Karena inilah aku adanya... Aku terhampas lemah Tapi tampilkan manis cinta Padahal duka berkorbar Hasratku guyar bergejolak Meluluhlantahkan insan yg tersibak Tersungkur daku di sudut sepi Meratapi pwrihnya hati Ku ukir selalu goresan bahagia padamu Padahal hati teriris sembilu Ya berbeda bukan?  Karena inilah aku... Yogyakarta, 30 Juli 2019